Micron Kembangkan NAND G11 dengan Lebih dari 400 Lapisan untuk SSD Mendatang

Perkembangan teknologi penyimpanan data kembali mencatat kemajuan setelah Micron Technology mengungkap rencana pengembangan NAND G11 dengan struktur lebih dari 400 lapisan. Inovasi yang dipaparkan dalam webinar teknologi perusahaan pada 21 Oktober 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan kepadatan penyimpanan, kecepatan transfer, dan efisiensi energi pada generasi SSD mendatang. Dibandingkan NAND G9 yang menggunakan 276 lapisan, G11 menargetkan kepadatan bit sekitar dua kali lebih tinggi serta peningkatan kecepatan antarmuka hingga 50 persen. Micron juga memperkenalkan pendekatan wafer-on-wafer bonding sebagai bagian penting pengembangannya, dengan peningkatan produksi yang direncanakan mulai berlangsung pada paruh kedua 2027.
Inovasi Memori Flash Micron Membuka Babak Baru Industri SSD
Produsen memori asal Amerika Serikat tersebut mengungkapkan rencana pengembangan terbaru melalui pengembangan memori flash G11. Teknologi ini dirancang menggunakan lebih dari 400 lapisan untuk memperbesar kepadatan data dalam area semikonduktor tertentu. Melalui penjelasan teknologinya, Micron menyoroti kemajuan arsitektur memori flash untuk mengantisipasi peningkatan permintaan penyimpanan digital. Strategi pengembangan ini menjadi fondasi pengembangan SSD generasi baru yang semakin membutuhkan performa tinggi.
Langkah strategis yang menonjol adalah keputusan melewati penamaan generasi G10. Teknologi NAND G9 sebelumnya menggunakan 276 lapisan penyimpanan, sedangkan G11 menghadirkan rancangan dengan jumlah lapisan lebih tinggi. Berdasarkan informasi pengembangannya, arah pengembangan G11 disesuaikan dengan perkembangan infrastruktur komputasi AI. Meskipun demikian, G11 masih memerlukan proses penyempurnaan sebelum dipasarkan. Oleh sebab itu, sasaran peningkatan teknis sebaiknya dipahami sebagai target pengembangan.
Peningkatan Struktur Memori Micron Mengoptimalkan Kapasitas SSD
Salah satu peningkatan utama NAND G11 adalah kepadatan bit sekitar dua kali lipat dibandingkan G9. Menurut target Micron, kepadatan NAND G11 ditargetkan berada pada kisaran 42 Gb/mm². Peningkatan tersebut memungkinkan lebih banyak data disimpan tanpa meningkatkan ukuran fisik chip secara proporsional. Dalam industri SSD, kemampuan menyimpan lebih banyak bit dapat membantu menghasilkan SSD berkapasitas besar. Namun, ukuran penyimpanan produk komersial juga ditentukan oleh jumlah paket NAND yang digunakan.
Tidak hanya memperbesar kemampuan penyimpanan, Micron juga mengembangkan kemampuan transfer data lebih cepat. Jika dibandingkan generasi sebelumnya, G11 menawarkan target peningkatan I/O sebesar 50 persen. Peningkatan tersebut berpotensi mempercepat pertukaran data antara NAND dan pengendali. Meski angka tersebut terdengar besar, kemampuan chip flash tidak otomatis menentukan hasil benchmark SSD. Faktor seperti pengendali SSD, pengelolaan cache dan penjadwalan operasi tetap menentukan hasil penggunaan dalam berbagai pekerjaan.
Arsitektur Wafer Bonding Mendukung Penyimpanan Generasi Berikutnya
Untuk mencapai peningkatan tersebut, Micron memanfaatkan metode penyatuan wafer. Metode fabrikasi tersebut memisahkan proses produksi array penyimpanan dari rangkaian pendukung. Setelah masing-masing komponen selesai diproduksi, wafer disejajarkan dan disatukan melalui proses bonding. Pendekatan tersebut memberikan fleksibilitas dalam mengoptimalkan tiap bagian. Melalui teknik tersebut, sel memori dapat difokuskan pada kepadatan, sementara sirkuit pendukung diarahkan pada efisiensi.
Walaupun memiliki potensi besar, wafer-on-wafer bonding juga membutuhkan penyelarasan komponen secara akurat. Gangguan selama tahapan bonding dapat berdampak pada tingkat keberhasilan fabrikasi. Oleh sebab itu, kesiapan manufaktur berkapasitas besar menjadi aspek utama untuk mencapai biaya produksi kompetitif. Dalam pemaparan teknologinya, Micron menjelaskan bahwa, penerapan teknik penggabungan wafer dilakukan ketika pendekatannya dianggap tepat bagi kebutuhan produk. Strategi ini menggambarkan bahwa pengembangan NAND modern tidak hanya ditentukan oleh susunan vertikal sel, tetapi juga membutuhkan penyempurnaan arsitektur chip.
Micron Menargetkan Pengurangan Konsumsi Energi Transfer Data
Di samping peningkatan densitas penyimpanan, pengurangan kebutuhan daya memperoleh perhatian utama dalam pengembangan memori flash generasi kesebelas. Dalam proyeksi teknologinya, Micron memperkirakan, penurunan energi transfer per bit lebih dari 25 persen dibandingkan teknologi G9. Peningkatan tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi pusat data yang memindahkan informasi dalam jumlah besar. Untuk pusat data dengan banyak perangkat, pengurangan daya pada jalur transfer dapat mengurangi sebagian kebutuhan energi sistem. Perlu diperhatikan, target tersebut mengacu pada efisiensi pemindahan informasi, bukan pengurangan total daya SSD dengan persentase sama.
Pada laptop dan komputer desktop, penghematan energi dalam memori flash juga berpeluang membantu optimalisasi perangkat. SSD dengan konsumsi energi lebih terkendali mungkin mendukung efisiensi penggunaan energi ketika menjalankan proses pemindahan file. Walaupun demikian, konsumsi daya sistem komputer tetap bergantung pada desain keseluruhan perangkat. Controller SSD, pengaturan operasi dan manajemen energi juga berpengaruh terhadap efisiensi akhir. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, evaluasi setelah SSD diluncurkan menjadi penting sebelum manfaat efisiensi dapat dinilai secara menyeluruh.
NAND G11 Dipersiapkan untuk SSD dan Kebutuhan Kecerdasan Buatan
Meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan membuat kapasitas penyimpanan menjadi semakin penting. Platform komputasi berbasis AI sering menggunakan kumpulan data berukuran besar untuk pengembangan algoritma maupun pengolahan permintaan pengguna. Pada infrastruktur seperti ini, NAND G11 berpotensi mendukung SSD berkapasitas besar. Struktur NAND dengan densitas tinggi dapat memberikan fleksibilitas desain produk. Sebagai pelengkap, pengembangan kecepatan komunikasi NAND memberikan ruang optimalisasi perangkat penyimpanan, terutama apabila dikombinasikan dengan pengendali yang sesuai.
Dalam peta jalan teknologinya, Micron menjelaskan strategi produk storage bagi pusat data AI. Salah satu konsepnya adalah penyimpanan berorientasi IOPS tinggi melalui ukuran blok data yang lebih kecil. Konsep tambahan yang dipertimbangkan berfokus pada peningkatan bandwidth penyimpanan. Perbedaan karakteristik beban kerja ini membuat pengembangan storage semakin beragam. Namun, penyimpanan NAND tidak memiliki fungsi identik dengan RAM berkecepatan tinggi. Berbagai lapisan penyimpanan dan memori memiliki fungsi tersendiri dalam arsitektur komputasi, sehingga integrasi yang tepat tetap menjadi faktor penting.
Teknologi NAND Lebih dari 400 Lapisan Menandai Inovasi Memori Flash
Rencana teknologi memori flash G11 memperlihatkan arah perkembangan menarik dalam industri penyimpanan data. Berkat arsitektur memori bertingkat tinggi, teknologi tersebut dipersiapkan meningkatkan densitas penyimpanan sekitar dua kali lipat dibandingkan generasi G9. Pengembangan kemampuan transfer data hingga 1,5 kali lipat serta peningkatan efisiensi pemindahan informasi memberikan gambaran kemampuan generasi baru. Micron menargetkan peningkatan produksi pada paruh kedua 2027, sehingga kinerja produk akhirnya belum dapat dipastikan. Untuk pengamat industri teknologi, inovasi ini menjadi perkembangan yang menarik untuk diikuti. Bagaimana pendapat Anda, apakah kecepatan penyimpanan yang terus meningkat akan lebih dibutuhkan dalam perkembangan teknologi AI pada masa depan industri digital?








